Ini cerita tentang seorang pria 56 tahun bernama Argo Peranglawang
berperakan tinggi besar, punya wajah ganteng dan kumis tipis
anak mantan pejabat kereta api jaman Belanda
Ibunya keturunan Londo, bapaknya Jawa Ningrat anak adipati yang punya banyak tanah warisan
Baru dua bulan ditinggal mati istrinya
yang kabur gara-gara kebiasan seksnya yang jauh dari biasa
kecelakaan kegencet kereta api beritanya
sedang berdua di mobil bersama kekasih gelapnya
Bukannya bersedih, malah tertawa Argo mendengar ceritanya
Lega hatinya, bebas dari istri yang cerewet bagai loko uap mulutnya
Gara-gara duda tak punya pasangan
hasratnya pun tak tertahankan
Sari Laraswati incarannya
Baru bulan depan lulus eS eM A
gadis belia, bersuara manja dan rok mini favoritnya
Jatuh kepelukannya dengan kedipan sebelah mata dan iming-iming pulsa
Mesra kiranya mereka berdua setiap hari
peluk sana peluk sini, cium sana cium sini
Si Sari selalu menggelayut manja
Mengira seperti Romeo dan Juliet yang sedang bercinta
padahal lebih pada ayah dan anak layaknya
Tak sampai satu bulan mereka terlihat bersama
Argo merasa bosan, ditendangnyalah si Sari yang dulu dicintainya, itu katanya
Terlalu kekanak-kanakan alasannya
Si Sari berlari menangis tersedu sedan keluar dari mobil Argo yang mentereng setelah mendaratkan pukulan mulus pada pipi mantan kekasihnya
Argo meringis-ringis sambil sumpah serapah memegang pipinya yang merah
Tak mengejar Sari yang beralari tak tentu arah
hanya bergumam dan tersenyum tipis, aku sudah tahu rasanya, pergilah!
Kali ini Jeng Lena, janda kampung sebelah incarannya
Umur 40an tanpa anak dan hanya berdandan kerjanya
tubuhnya bahenol dengan baju kekurangan bahan
janda dan duda, bagai Laila dan Majnun pikirnya
tinggal serumah bagai laki bini jaman sekarang
mondar mandir pakai kendaraan, krang kring telepon genggam
keluar masuk butik dan restaurant
Salon jadi tempat favorit Lena selama berjam-jam
Tak bosan dan tak rugi dengan kocek yang mesti dikeluarkan
medicure, pedicure, spa, creambath, massage sampai keriting atau cabut bulu ketiak
tak peduli berapa banyak dempul dan bedak yang dipakai untuk menutupi kulitnya yang mulai lecek
yang penting keluar salon jadi cantik dan wangi biar si Argo tak lari
padahal uang Argo yang dipakai untuk bayar itu, bayar ini
Hampir dua bulan Argo jadi mesin ATM bagi Jeng Lena
Hingga akhirnya Argo sadar uangnya sudah banyak ludes ntah kemana
servis pun tak memuaskan hanya lewat depan lewat belakang yang membosankan
Jeng Lena tak pernah mau bergaya ini bergaya itu
dicampakan pulalah Janda genit yang semok itu
Terlalu boros katanya
Ternyata Argo tak mampu sendiri
Hanya satu minggu sudah mendapat gandengan baru
Kali ini Lisa, mahasiswi keturunan China yang jadi kekasihnya
Tinggi langsing putih mulus, gadis pula
Benar-benar pasangan bahagia layaknya
Pagi diantar, sore di jemput sudah seperti sopir, Argo untuknya
Uang semesteran dan kosan pun Argo yang melunasinya
Agak mahal, tapi servis dari LIsa sangat memuaskan
bisa bergaya sampai 1001 jurus yang tidak membuat bosan
Argo merasa kewalahan sekaligus senang dibuatnya
Sayangnya Lisa pun tak beratahan
tak sampai satu bulan, Lisa di kembalikan kekosannya
Terlalu banyak ritual sebelum bercinta, keburu bosan itu alasannya
Kali ini Argo insaf untuk bermain wanita
Semua jenis wanita sudah pernah di cobanya
Ada kenalan barunya yang mengajak bermain sesama jenis
Argo tertantang dan ingin mencoba
belum pernah yang kali ini dilakukannya
Andreas pasangannya, lelaki 30 tahun keturunan Jawa-Manado katanya
yang gagah nan rupawan wajahnya
besar badannya tak hanya kaki tapi juga tangan dan leher yang penuh dengan otot
Diajari Argo caranya main dengan 6 jurus
pertama : jawil-jawilan
kedua : pegang-pegangan
ketiga : cium-ciuman
keempat : remas-remasan
kelima : buka-bukaan
keenam : bermain lebih dalam
Argo bingung, masak pedang lawan pedang, mana sarung atau embernya
Linglung, ditinggalnya pasangannya yang sedang terlentang
Argo kebosanan setangah mati
berjalan di trotoar sambil menyebut wanita-wanita yang pernah di tiduri
Istrinya yang telah mati
Sari yang belia
Jeng Lena yang genit
Lisa yang putih
Kewalahan otaknya merangkum mereka semua
terkadang Sari jadi istrinya, istrinya jadi Lisa, Lisa jadi Lena, dan Lena jadi Sari
berputar-putar kepalanya
pinsan di tempat dengan suksesnya
waktu di buka matanya, dua orang lelaki sedang memegangi kedua tangannya
dan memasukkan ke dalam kotak putih besar yang kemudian melaju
dari jendelanya, Argo dapat melihat keluar ke orang-orang yang berdiri di seberang jalan melihatnya
menunjuk-nunjuknya, Argo juga melihat beberapa gadis yang berdiri melihatnya dengan serius
Melihat banyak gadis melihatnya, dilambaikanlah tangannya sambil tersenyum-senyum kemudian tertawa
Mobil itu melaju menuju Rumah Sakit Jiwa dengan Argo di dalamnya yang tersenyum gembira
Gila hanya karena wanita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar